Sabtu, 27 Februari 2010

73 golongan islam

Tentang Islam akan terpecah
menjadi banyak golongan
“Akan ada segolongan umatku yang
tetap atas Kebenaran sampai Hari
Kiamat dan mereka tetap atas
Kebenaran itu.” HR. Bukhari dan
Muslim.
Rasulullah Saw lewat riwayat Jabir
Ibnu Abdullah bersabda :
“ Akan ada generasi penerus
dari umatku yang akan memperjuangkan
yang haq, kamu akan mengetahui
mereka nanti pada hari kiamat, dan
kemudian Isa bin
Maryam akan datang, dan orang-
orang akan berkata, “Wahai Isa,
pimpinlah jamaa’ah (sholat),
ia akan berkata, “Tidak, kamu
memimpin satu sama lain, Allah
memberikan kehormatan pada
umat ini (Islam) bahwa tidak
seorang pun akan memimpin
mereka kecuali Rasulullah SAW dan
orang-orang mereka sendiri.”
Hadis tentang sejumlah 73
golongan yang terpecah dalam
Islam
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa
Rasulullah SAW bersabda :
“Orang-orang Yahudi terpecah
kedalam 71 atau 72 golongan,
demikian juga orang-orang Nasrani,
dan umatku akan terbagi kedalam
73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud.
Dalam sebuah kesempatan,
Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri
dan memberikan khutbah dan
dalam khutbahnya diriwayatkan
bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW
bangkit dan memberikan khutbah,
dalam khutbahnya beliau berkata,
'Millah ini akan terbagi ke dalam 73
golongan, seluruhnya akan masuk
neraka, (hanya) satu yang masuk
surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-
Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku
akan ada golongan yang mengikuti
hawa nafsunya, seperti anjing
mengikuti tuannya, sampai hawa
nafsunya itu tidak menyisakan
anggota tubuh, daging, urat nadi
(pembuluh darah) maupun tulang
kecuali semua mengikuti hawa
nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.
Dari Auf bin Malik, dia berkata
bahwa Rasulullah Saw
bersabda:"Yahudi telah berpecah
menjadi
71 golongan, satu golongan di surga
dan 70 golongan di neraka. Dan
Nashara telah berpecah belah
menjadi 72 golongan,
71 golongan di neraka dan satu di
surga. Dan demi Allah yang jiwa
Muhammad ada dalam tangan-Nya
umatku ini pasti akan berpecah
belah menjadi 73
golongan, satu golongan di surga
dan 72 golongan di neraka." Lalu
beliau ditanya: "Wahai Rasulullah
siapakah mereka ?" Beliau
menjawab: "Al Jamaah." HR Sunan
Ibnu Majah.
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa
Rasulullah Saw bersabda: “Orang-
orang Bani Israil akan terpecah
menjadi 71 golongan dan umatku
akan terpecah kedalam 73 golongan,
seluruhnya akan masuk neraka,
kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah.” HR.
Sunan Ibnu Majah.
“Bahwasannya bani Israel telah
berfirqah sebanyak 72 firqah
dan akan berfirqah umatku
sebanyak 73 firqah,
semuanya akan masuk Neraka
kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang
mendengar ucapan ini bertanya:
“Siapakah yang satu itu Ya
Rasulullah?” Nabi menjawab: ” Yang
satu itu ialah orang yang berpegang
sebagai peganganku dan pegangan
sahabat-sahabatku.” HR Imam
Tirmizi.
Abdullah Ibnu Amru meriwayatkan
bahwa Rasulullah Saw bersabda :
“Umatku akan menyerupai Bani
Israil selangkah demi selangkah.
Bahkan jika seseorang dari mereka
menyetubuhi ibunya secara terang-
terangan, seseorang
dari umatku juga akan mengikutinya.
Kaum Bani Israil terpecah menjadi
72 golongan. Umatku akan terpecah
menjadi 73 golongan,
seluruhnya akan masuk neraka,
hanya satu yang masuk surga.”
Kami (para shahabat) bertanya,
“Yang mana yang selamat ?”
Rasulullah Saw menjawab, “ Yang
mengikutiku dan para
shahabatku.” HR Imam Tirmizi.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah
bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Orang-orang Yahudi terbagi dalam
71 golongan atau 72 golongan dan
Nasrani pun demikian. Umatku akan
terpecah menjadi 73
golongan.” HR Imam Tirmizi.
Diriwayatkan oleh Imam Thabrani,
”Demi Tuhan yang memegang jiwa
Muhammad di tangan-
Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah,
yang satu masuk Syurga dan yang
lain masuk Neraka.” Bertanya para
Sahabat: “Siapakah (yang tidak
masuk Neraka) itu Ya
Rasulullah?” Nabi menjawab:
“Ahlussunnah wal Jamaah.”
Mu’awiyah Ibnu Abu Sofyan
meriwayatkan bahwa Rosulullah
SAW bersabda : “Ahlul kitab
(Yahudi dan Nasrani) dalam masalah
agamanya terbagi menjadi
72 golongan dan dari umat ini
(Islam) akan terbagi menjadi 73
golongan, seluruhnya masuk
neraka,
satu golongan yang akan masuk
surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-
Jamaa’ah. Dan akan ada dari umatku
yang mengikuti hawa nasfsunya
seperti anjing mengikuti tuannya,
sampai hawa nafsunya itu tidak
menyisakan anggota tubuh, daging,
pembuluh darah, maupun tulang
kecuali semua mengikuti hawa
nafsunya. Wahai orang Arab! Jika
kamu tidak bangkit dan mengikuti
apa yang dibawa
Nabimu…” HR.Musnad Imam
Ahmad.
Umat islam terpecah menjadi 7
golongan besar yaitu:
1. Mu'tazilah, yaitu kaum yang
mengagungkan akal pikiran dan
bersifat filosofis, aliran ini dicetuskan
oleh Washil bin Atho (700-750 M)
salah seorang murid Hasan Al Basri.
Mu’tazilah memiliki 5 ajaran utama,
yakni :
1. Tauhid. Mereka berpendapat :
Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri.
al-Qur'an ialah makhluk.
Allah di alam akhirat kelak tak terlihat
mata manusia. Yang terjangkau
mata manusia bukanlah Ia.
2. Keadilan-Nya. Mereka berpendapat
bahwa Allah SWT akan memberi
imbalan pada manusia sesuai
perbuatannya.
3. Janji dan ancaman. Mereka
berpendapat Allah takkan ingkar
janji: memberi pahala pada
muslimin yang baik dan memberi
siksa pada muslimin yang jahat.
4. Posisi di antara 2 posisi. Ini
dicetuskan Wasil bin Atha yang
membuatnya berpisah dari
gurunya, bahwa mukmin berdosa
besar, statusnya di antara mukmin
dan kafir, yakni fasik.
5. Amar ma’ruf (tuntutan berbuat baik)
dan nahi munkar (mencegah
perbuatan yang tercela). Ini lebih
banyak berkaitan dengan hukum/
fikih.
Aliran Mu’tazilah berpendapat dalam
masalah qada dan qadar, bahwa
manusia sendirilah yang
menciptakan perbuatannya. Manusia
dihisab berdasarkan perbuatannya,
sebab ia sendirilah yang
menciptakannya.
Golongan Mu'tazilah pecah menjadi
20 golongan.
2. Syiah, yaitu kaum yang
mengagung-agungkan Sayyidina Ali
Kw, mereka tidak mengakui khalifah
Rasyidin yang lain seperti Khlifah
Sayyidina Abu Bakar, Sayidina Umar
dan Sayyidina Usman bahkan
membencinya. Kaum ini di sulut
oleh Abdullah bin Saba, seorang
pendeta yahudi dari Yaman yang
masuk islam. Ketika ia datang ke
Madinah tidak mendapat perhatian
dari khalifah dan umat islam lainnya
sehingga ia menjadi jengkel.
Golongan Syiah pecah menjadi 22
golongan dan yang paling parah
adalah Syi'ah Sabi'iyah.
3. Khawarij, yaitu kaum yang
sangat membenci Sayyidina Ali Kw,
bahkan mereka mengkafirkannya.
Salah satu ajarannya Siapa orang
yang melakukan dosa besar maka di
anggap kafir. Golongan Khawarij
Pecah menjadi 20 golongan.
4. Murjiah.
Al-Murji’ah meyakini bahwa seorang
mukmin cukup hanya
mengucapkan “Laailahaillallah” saja
dan ini terbantah dengan pernyataan
hadits bahwa dia harus mencari
dengan hal itu wajah Allah, dan
orang yang mencari tentunya
melakukan segala sarananya dan
konsekuensi-konsekuensi
pencariannya sehingga dia
mendapatkan apa yang dia cari dan
tidak cukup hanya mengucapkan
saja. Jadi menurut al-murji ’ah
bahwa cukup mengucapkan
“ Laailahaillallah” dan setelah itu dia
berbuat amal apa saja tidak akan
mempengaruhi keimanannya, maka
ini jelas bertentangan dengan hadits
“ dia mencari dengan itu wajah
Allah”, maka ini adalah bentuk
kesesatan al-murji’ah.
Al-Mu’tazilah dan Al-Khawarij
meyakini bahwa seorang yang
melakukan dosa-dosa besar kekal
didalam api neraka, dan ini terbantah
dengan sabda Rasulullah
“ sesungguhnya Allah
mengharamkan atas api neraka
orang yang mengucapkan
Laailahaillallah ”. Menurut Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah bahwasanya
pengharaman api neraka membakar
orang-orang yang mengucapkan
“ Laailahaillallah” itu ada dua, pertama
pengharaman secara mutlak dan ini
bagi orang yang mengucapkan
“ Laailahaillallah” dengan
mendatangkan seluruh syarat-
syaratnya, konsekuensi-
konsekuensinya dan kandungan-
kendungannya sehingga dia terlepas
dari syirik besar, syirik kecil dan
perbuatan-perbuatan dosa besar,
kalaupun dia terjatuh kepada
perbuatan dosa maka dia bertaubat
dan tidak terus menerus diatasnya,
maka orang yang sempurna
tauhidnya seperti ini diharamkan api
neraka untuk membakarnya secara
mutlak, yakni dia tidak disentuh oleh
api neraka sama sekali. Kemudian
yang kedua, yaitu pengharaman
yang tidak mutlak dan bersifat
kurang, yang dimaksud yaitu
pengharaman untuk kekal didalam
api neraka, ini bagi orang-orang
yang kurang tauhidnya sehingga dia
terjatuh kedalam syirik kecil atau
dosa-dosa besar yang dia terus
menerus didalamnya, maka orang
yang demikian ini diharamkan atas
api neraka untuk membakarnya
dalam jangka waktu yang kekal
selama dia belum mengugurkan
tauhidnya ketika didunia. Oleh
karena itu pendapat al-mu ’tazilah
dan al-khawarij yang menyatakan
bahwa pelaku dosa besar kekal
didalam api neraka, ini adalah
pendapat yang bertentangan
dengan sunnah Rasulullah.
Tidak ada dzikir yang lebih utama
didunia ini kecuali “Laailahaillallah”.
Salah satu sebab dikabulkannya doa
adalah dengan menggunakan sifat
Allah dan nama-Nya, secara khusus
memanggil Allah dengan uluhiyah-
Nya, meminta dan berdoa kepada
Allah dengan menyebutkan
rububiyah-Nya.
“Laailahaillallah” merupakan dzikr
dan doa, disebut dengan doa karena
orang yang mengucapkan
“Laailahaillallah” mengharapkan ridha
Allah dan ingin sampai kepada
surga-Nya.
Golongan Murjiah pecah menjadi 5
golongan.
5. Najariyah, Kaum yang
menyatakan perbuatan manusia
adalah mahluk, yaitu dijadikan
Tuhan dan tidak percaya pada sifat
Allah yang 20. Golongan Najariyah
pecah menjadi 3 golongan.
6. Al Jabbariyah, Kaum yang
berpendapat bahwa seorang hamba
adalah tidak berdaya apa-apa
(terpaksa), ia melakukan maksiyat
semata-mata Allah yang
melakukan. Golongan Al Jabbariyah
pecah menjadi 1 golongan.
7. Al Musyabbihah / Mujasimah,
kaum yang menserupakan pencipta
yaitu Allah dengan manusia, misal
bertangan, berkaki, duduk di
kursi. Golongan Al Musyabbihah /
Mujasimah pecah menjadi 1
golongan.
Dan satu golongan yang selamat
adalah Ahli Sunah Wal Jama'ah.
Ahli Sunah wal Jama'ah.
1. Pengertian.
Secara etimologi Ahli adalah
kelompok/keluarga/pengikut. Sunah
adalah perbuatan-perbuatan
Rasulullah yang diperagakan beliau
untuk menjelaskan hukum-hukum
Al Qur'an yang dituangkan dalam
bentuk amalan. Al Jama'ah yaitu Al
Ummah ( Al Munjid) yaitu
sekumpulan orang-orang beriman
yang di pimpin oleh imam untuk
saling bekerjasama dalam hal
urusan yang penting.
Menurut istilah Ahli Sunah wal
Jama'ah adalah sekelompok orang
yang mentaati sunah Rasulullah
secara berjama'ah, atau satu
golongan umat islam di bawah satu
komando untuk urusan agama
islam sesuai dengan ajaran
Rasulullah dan para sahabatnya.
2.Syarat terbentuknya Al Jama'ah.
Secara singkat telah diterangkan
oleh Sayyidina Umar RA: " Tidak ada
islam kecuali dengan jama'ah, Tidak
ada jama'ah kecuali dengan imam,
Tidak ada imam kecuali dengan
Bai'at, Tidak ada bai'at kalau tidak ada
taat.
Dan bai'at bukanlah syahadat,
sebagaimana yang diyakini oleh
mereka yang salah, dan apalagi
dengan pengkafiran diluar kelompok
tersebut.
3. Terpeliharanya islam.
Dalam masa-masa kerusakan islam
Allah menunjukkan kasih sayangnya
dengan membangkitkan para
mujadidnya setiap 100 tahun sekali
yang meluruskan kembali
pemahaman ajaran Rasul sesuai
dengan kebutuhan pemahaman
mereka saat itu hingga turunnya
masa imam Mahdi.
Dari berbagai sumber.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com