Imam Abu Hanifa (81-150
H./700-767 CE)
Imam Abu Hanifa (r) (85 H.-150 H)
berkata, "Jika tidak karena dua tahun,
saya telah celaka. Karena dua tahun
saya bersama Sayyidina Ja'far as-
Sadiq dan mendapatkan ilmu
spiritual yang membuat saya lebih
mengetahui jalan yang benar".
Imam Malik (94-179 H./716-795
CE)
Imam Malik (r): "man tassawaffa wa
lam yatafaqah faqad tazandaqa wa
man tafaqaha wa lam yatsawwaf
faqad fasadat, wa man tafaqaha wa
tassawafa faqad tahaqqaq.
(Barangsiapa mempelajari/
mengamalkan tasauf tanpa fikh
maka dia telah zindik, dan
barangsiapa mempelajari fikh tanpa
tasauf dia tersesat, dan siapa yang
mempelari tasauf dan fikh dia
meraih kebenaran)." (dalam buku
'Ali al-Adawi dari keterangan Imam
Abil-Hassan, ulama fikh, vol. 2, p.
195
Imam Shafi'i (150-205
H./767-820 CE)
Imam Shafi'i: "Saya bersama orang
sufi dan aku menerima 3 ilmu:
1.mereka mengajariku bagaimana
berbicara
2.mereka mengajariku bagaimana
meperlakukan orang dengan kasih
dan hati lembut
3.mereka membimbingku ke dalam
jalan tasauf
Imam Ahmad bin Hanbal
(164-241 H./780-855 CE)
Imam Ahmad (r): "Ya walladee
'alayka bi-jallassati ha'ula'i as-
Sufiyya. Fa innahum zaadu 'alayna
bikathuratil 'ilmi wal murqaba wal
khashiyyata waz-zuhda wa 'uluwal
himmat (Anakku jika kamu harus
duduk bersama orang-orang sufi,
karena mereka adalah mata air ilmu
dan mereka tetap mengingat Allah
dalam hati mereka. Mereka orang-
orang zuhud dan mereka memiliki
kekuatan spiritual yang tertinggi," --
Tanwir al-Qulub, p. 405, Shaikh
Amin al-Kurdi)
Imam Ahmad (r) tentang Sufi:"Aku
tidak melihat orang yang lebih baik
dari mereka" ( Ghiza al-Albab, vol. 1,
p. 120)
{/I]
Imam Ghazali (450-505
H./1058-1111 CE)
[I]Imam Ghazali, hujjat ul-Islam,
tentang tasauf: "Saya tahu dengan
benar bahwa para Sufi adalah para
pencari jalan Allah, dan bahwa
mereka melakukan yang terbaik,
dan jalan mereka adalah jalan
terbaik, dan akhlak mereka paling
suci. Mereka membersihkan hati
mereka dari selain Allah dan mereka
menjadikan mereka sebagai jalan
bagi sungai untuk mengalirnya
kehadiran Ilahi [al-Munqidh min ad-
dalal, p. 131].
Imam Nawawi (620-676
H./1223-1278 CE)
Dalam suratnya al-Maqasid: "Ciri
jalan sufi ada 5:
1.menjaga kehadiran Allah dalam
hati pada waktu ramai dan sendiri
2.mengikuti Sunah Rasul dengan
perbuatan dan kata
3.menghindari ketergantungan
kepada orang lain
4.bersyukur pada pemberian Allah
meski sedikit
5.selalu merujuk masalah kepada
Allah swt [Maqasid at-Tawhid, p. 20]
Ibn Khaldun (733-808
H./1332-1406 CE)
Ibn Khaldun: "Jalan sufi adalah jalan
salaf, ulama-ulama di antara
Sahabat, Tabi'een, and Tabi' at-
Tabi'een. Asalnya adalah beribadah
kepada Allah dan meninggalkan
perhiasan dan kesenangan
dunia" [Muqaddimat ibn Khaldan, p.
328]
Jalaluddin as-Suyuti
Dalam Ta'yad al-haqiqat al-'Aliyya,
p. 57: "tasauf dalam diri mereka
adalah ilmu yang paling baik dan
terpuji. Dia menjelaskan bagaimana
mengikuti Sunah Nabi dan
meninggalkan bid'ah"
Ibnu Taymiah
"Tasauf adalah ilmu tentang
kenyataan dan keadaan dari
pengalaman. Sufi adalah orang yang
menyucikan dirinya dari segala
sesuatu yang menjauhkan dari
mengingat Allah dan orang yang
mengisi dirinya dengan ilmu hati
dan ilmu pikiran di mana harga
emas dan batu adalah sama saja
baginya. Tasauf menjaga makna-
makna yang tinggi dan
meninggalkan mencari ketenaran
dan egoisme untuk meraih keadaan
yang penuh dengan Kebenaran.
Manusia terbaik sesudah Nabi adalah
Shidiqin, sebagaimana disebutkan
Allah: "Dan barangsiapa yang
menta'ati Allah dan Rasul(Nya),
mereka itu akan bersama-sama
dengan orang-orang yang
dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu:
Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang
yang mati syahid dan orang-orang
saleh. Dan mereka itulah teman
yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)" Dia
melanjutkan mengenai Sufi,"mereka
berusaha untuk menaati Allah..
Sehingga dari mereka kamu akan
mendapati mereka merupakan yang
terdepan (sabiqunas-sabiqun)
karena usaha mereka. Dan sebagian
dari merupakan golongan kanan
(ashabus-syimal)."
Imam Ibn Qayyim (d. 751
H./1350 CE)
Imam Ibn Qayyim menyatakan
bahwa, "Kita menyasikan kebesaran
orang-orang tasauf dalam
pandangan salaf bagaimana yang
telah disebut oleh by Sufyan ath-
Thawri (d. 161 H./777 CE). Salah
satu imam terbesar abad kedua dan
salah satu mujtahid terkemuka, dia
berkata: "Jika tidak karena Abu
Hisham as-Sufi (d. 115 H./733 CE)
saya tidak pernah mengenal bentuk
munafik yang kecil (riya') dalam diri
(Manazil as-Sa'ireen
Lanjut Ibn Qayyim:"Diantara orang
terbaik adalah Sufi yang mendalami fikih
Total Tayangan Halaman
Category
- 73 golongan islam untuk di pilah (1)
- asal usul tarekat (1)
- cara cepat browser/buat email via hp (1)
- diantara tepi jaman (1)
- dzikir berjamaah (1)
- frendster di hp (1)
- hti (1)
- jalaludin rumi (1)
- kisah sufi (8)
- maulid bukan bid'ah dolalah (1)
- optimalisasi fungsi hp untk dunia cyber (1)
- pendapat ulama tentang sufi (1)
- puisi sufi (1)
- ruh hati .. (1)
- salah faham tentang tawassul (1)
- sejarah tahlil (2)
- Sejuta hikmah sakit (1)
- tauhid uluhiyah (4)
- trntang takdir (1)
- virus wahabi (1)
Kamis, 28 Januari 2010
anjuran tasawwuf
Diposting oleh
dizk
di
10.46
Label: pendapat ulama tentang sufi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
►
2009
(6)
- ► 08/02 - 08/09 (3)
- ► 08/09 - 08/16 (2)
- ► 11/15 - 11/22 (1)
-
▼
2010
(15)
- ► 01/31 - 02/07 (2)
- ► 02/07 - 02/14 (2)
- ► 02/21 - 02/28 (7)
- ► 10/24 - 10/31 (1)
-
►
2011
(15)
- ► 12/04 - 12/11 (4)
- ► 12/11 - 12/18 (11)
0 komentar:
Posting Komentar